Kang Cepot, kang cepot... Meuni aya aya wae... Walaupiun dalam wayang, tetap lucu... Moga terhibur video cepot ini... Dari Giri Harja, Lho...
Salam YAKIN SUKSES !!!
NB:
Jika sahabat semua menyukai posting saya ini, atau sahabat merasa terhibur, sahabat bisa berbagi/share ke teman di FACEBOOK. Cukup dengan meng-KLIK link ini!
Kunjungi juga sponsor kami di bawah ini.
Terimakasih.
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Lucu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 April 2010
Minggu, 28 Maret 2010
Sapu Tangan Ajaib Palsu di Pasar Kaget
Cerita ini mengingatkan saya ketika dahulu saat saya masih kecil. Waktu itu, orang tua saya bercerita tentang sebuah kisah Sapu Tangan Ajaib ini. Mau tahu ceritanya?
Kurang lebih seperti inilah ceritanya:
Suatu hari, seorang Ibu Rumah Tangga sedang berbelanja di sebuah pasar kaget dekat rumahnya. Disebut pasar kaget, karena keberadaannya tidak permanen alias hanya sesekali saja. Ibu tersebut berbelanja dengan teman-teman arisannya di sekitar rumahnya.
Setelah berkeliling-keliling, akhirnya si ibu tadi membeli sebuah peralatan dapur dari seorang penjual. Ketika ditanya berapa harganya, penjual menyebutkan harga barang tersebut. Tapi anehnya, si ibu bukannya mengeluarkan uang tapi malah mengeluarkan sapu tangan dan melambaikannya ke si penjual sambil berkata, "LUNAS". Dan anehnya, si penjual pun setuju dan berkata, "OK, Bu !!!"
Ibu-ibu yang lain kaget karena ketika mereka mengikuti apa yang dilakukan ibu tadi, mereka tetap saja ditagih pembayaran oleh si penjual.
Lalu para ibu tersebut mencari penjual lagi. Maklum, kalau di pasar kaget, biasanya harga barang lebih miring, dan jika kita mengetahui jenis barang bagus, kita bisa mendapatkan barang bagus dengan harga yang sangat murah. Mereka tiba di penjual pakaian. Mereka sama-sama mencari pakaian yang mereka butuhkan. Setelah selesai, mereka mau membayar pakaian yang mereka pilih. Ibu ibu yang lain pada mengeluarkan uang dan anehnya, ibu yang tadi hanya mengeluarkan sapu tangan "AJAIB"nya lalu berkata, "LUNAS". Dan pedagang tersebut pun setuju dan berkata, "OK, Bu !!!"
Setelah terjadi 2 kali berturut-turut kejadian seperti itu, para ibu-ibu pun merasa aneh dan mempertanyakan kehebatan sapu tangan "AJAIB" tersebut.
"Bu, koq bisa sich, hanya dengan mengatakan, "LUNAS !!!", para pedagang langsung bilang OK?" Kata perwakilan ibu ibu bertanya.
"Ini adalah sapu tangan ajaib", jawab si ibu tersebut.
"Wah hebat, donk... Boleh saya beli tuch saputangan ajaibnya...??? Berapa pun harganya akan saya beli !!!"
"Maaf, Bu, tidak saya jual... Ini hadiah dari suami saya."
"Hu...uh..." Keluh para ibu-ibu kecewa.
"Maaf ya... !!!"
Ternyata, di antara ibu-ibu tersebut ada yang menginginkan memiliki saputangan tersebut. Karena dengan cara lembut, yaitu dengan dibeli, tidak dikasih, dia berniat untuk mendapatkannya dengan cara kasar.
Diam-diam dia menelepon temannya yang berstatus preman agar menjegal rombongan ibu-ibu tersebut dan merebut sapu tangan dari si ibu pemilik sapu tangan ajaib tersebut. Dan si preman pun setuju lalu segera menghalangi perjalanan para ibu-ibu.
"BERHENTI !!! Siapa yang memiliki sapu tangan ajaib??? Serahkan sekarang atau kalian akan ku bunuh !!!" Teriaknya menakut-nakuti sambil menunjukkan golok tajan kepadan para ibu-ibu.
Ibu-ibu pada terdiam ketakutan, malah ada yang kencing di celana karena takut melihat golok dan kumis si preman yang besar seperti ulat bulu. Semua menatap pada si ibu pemilik sapu tangan ajaib. Dan si preman pun menghampiri ibu tersebut.
"Berikan sapu tangan itu !!!"
Dengan gemetaran, Ibu tersebut mengeluarkan sapu tangan ajaibnya dan menyerahkannya ke si preman. "Buat apa, Mas? Ini sapu tangan pemberian suami saya. Dan katanya tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena ini sebagai bentuk cintanya pada saya..." lirihnya dengan penuh harap agar si preman merasa iba.
"Gak mau tahu, pokoknya saya ingin sapu tangan itu. Katanya sapu tangan itu sapu tangan ajaib yang bisa dipakai untuk berbelanja apa saja." Tegas si preman.
"Tidak Mas. Ini sapu tangan biasa. Saya menggunakannya untuk belanja di teman-teman suami saya saja. Mereka sudah mengenal saya dan suami saya. Sehingga ketika saya katakan, LUNAS, mereka meng-iya-kan dan nantinya akan menagihnya ke suami saya." Jelas si ibu pemilik sapu tangan ajaib tersebut.
"Oh... Dasar..." ketus si preman dan ibu ibu tersebut.
Preman itu pun menghampiri si ibu yang menyuruh merebut sapu tangan tersebut sambil berkata, "Bu, jangan membuat saya malu, dong... Sekarang, mana upah saya? Kalau tidak, leher ibu yang saya tebas !!!"
Dengan malu-malu dan takut, si ibu tersebut mengeluarkan uang untuk membayar upah ke preman sesuai yang dijanjikan sebelumnya ketika menelepon.
Ibu-ibu yang lain jadi marah, ketika mengetaui bahwa, preman tersebut adalah suruhan dari salah satu rekan mereka. Secara serempak, mereka meninggalkan si ibu tersebut dengan tanpa sepatah kata pun dan dengan wajah yang sangat kesal.
Tamat !!!
Begitu ceritanya sahabat pembaca setia. Makanya, jika ingin sesuatu, kita harus menempuh jalan yang benar, jangan main kekerasan. Semoga dari cerita ini, bukan hanya cerita lucu yang bisa kita petik, tapi ada hikmah lain yang bisa di ambil. Aamiin.
Ada Ada Aza !!!
NB:
Jika sahabat semua menyukai posting saya ini, sahabat bisa berbagi/share ke teman di FACEBOOK. Cukup dengan meng-KLIK link ini!
Saya tunggu juga komentarnya, ya... Tambahkan sesuatu agar lebih lucu, hehe...
Terimakasih.
Kunjungi juga sponsor kami:
Blog ini mendukung Kontes SEO:
NegeriAds.com Solusi Berpromosi
Kurang lebih seperti inilah ceritanya:
Suatu hari, seorang Ibu Rumah Tangga sedang berbelanja di sebuah pasar kaget dekat rumahnya. Disebut pasar kaget, karena keberadaannya tidak permanen alias hanya sesekali saja. Ibu tersebut berbelanja dengan teman-teman arisannya di sekitar rumahnya.
Setelah berkeliling-keliling, akhirnya si ibu tadi membeli sebuah peralatan dapur dari seorang penjual. Ketika ditanya berapa harganya, penjual menyebutkan harga barang tersebut. Tapi anehnya, si ibu bukannya mengeluarkan uang tapi malah mengeluarkan sapu tangan dan melambaikannya ke si penjual sambil berkata, "LUNAS". Dan anehnya, si penjual pun setuju dan berkata, "OK, Bu !!!"
Ibu-ibu yang lain kaget karena ketika mereka mengikuti apa yang dilakukan ibu tadi, mereka tetap saja ditagih pembayaran oleh si penjual.
Lalu para ibu tersebut mencari penjual lagi. Maklum, kalau di pasar kaget, biasanya harga barang lebih miring, dan jika kita mengetahui jenis barang bagus, kita bisa mendapatkan barang bagus dengan harga yang sangat murah. Mereka tiba di penjual pakaian. Mereka sama-sama mencari pakaian yang mereka butuhkan. Setelah selesai, mereka mau membayar pakaian yang mereka pilih. Ibu ibu yang lain pada mengeluarkan uang dan anehnya, ibu yang tadi hanya mengeluarkan sapu tangan "AJAIB"nya lalu berkata, "LUNAS". Dan pedagang tersebut pun setuju dan berkata, "OK, Bu !!!"
Setelah terjadi 2 kali berturut-turut kejadian seperti itu, para ibu-ibu pun merasa aneh dan mempertanyakan kehebatan sapu tangan "AJAIB" tersebut.
"Bu, koq bisa sich, hanya dengan mengatakan, "LUNAS !!!", para pedagang langsung bilang OK?" Kata perwakilan ibu ibu bertanya.
"Ini adalah sapu tangan ajaib", jawab si ibu tersebut.
"Wah hebat, donk... Boleh saya beli tuch saputangan ajaibnya...??? Berapa pun harganya akan saya beli !!!"
"Maaf, Bu, tidak saya jual... Ini hadiah dari suami saya."
"Hu...uh..." Keluh para ibu-ibu kecewa.
"Maaf ya... !!!"
Ternyata, di antara ibu-ibu tersebut ada yang menginginkan memiliki saputangan tersebut. Karena dengan cara lembut, yaitu dengan dibeli, tidak dikasih, dia berniat untuk mendapatkannya dengan cara kasar.
Diam-diam dia menelepon temannya yang berstatus preman agar menjegal rombongan ibu-ibu tersebut dan merebut sapu tangan dari si ibu pemilik sapu tangan ajaib tersebut. Dan si preman pun setuju lalu segera menghalangi perjalanan para ibu-ibu.
"BERHENTI !!! Siapa yang memiliki sapu tangan ajaib??? Serahkan sekarang atau kalian akan ku bunuh !!!" Teriaknya menakut-nakuti sambil menunjukkan golok tajan kepadan para ibu-ibu.
Ibu-ibu pada terdiam ketakutan, malah ada yang kencing di celana karena takut melihat golok dan kumis si preman yang besar seperti ulat bulu. Semua menatap pada si ibu pemilik sapu tangan ajaib. Dan si preman pun menghampiri ibu tersebut.
"Berikan sapu tangan itu !!!"
Dengan gemetaran, Ibu tersebut mengeluarkan sapu tangan ajaibnya dan menyerahkannya ke si preman. "Buat apa, Mas? Ini sapu tangan pemberian suami saya. Dan katanya tidak boleh diberikan kepada siapa pun karena ini sebagai bentuk cintanya pada saya..." lirihnya dengan penuh harap agar si preman merasa iba.
"Gak mau tahu, pokoknya saya ingin sapu tangan itu. Katanya sapu tangan itu sapu tangan ajaib yang bisa dipakai untuk berbelanja apa saja." Tegas si preman.
"Tidak Mas. Ini sapu tangan biasa. Saya menggunakannya untuk belanja di teman-teman suami saya saja. Mereka sudah mengenal saya dan suami saya. Sehingga ketika saya katakan, LUNAS, mereka meng-iya-kan dan nantinya akan menagihnya ke suami saya." Jelas si ibu pemilik sapu tangan ajaib tersebut.
"Oh... Dasar..." ketus si preman dan ibu ibu tersebut.
Preman itu pun menghampiri si ibu yang menyuruh merebut sapu tangan tersebut sambil berkata, "Bu, jangan membuat saya malu, dong... Sekarang, mana upah saya? Kalau tidak, leher ibu yang saya tebas !!!"
Dengan malu-malu dan takut, si ibu tersebut mengeluarkan uang untuk membayar upah ke preman sesuai yang dijanjikan sebelumnya ketika menelepon.
Ibu-ibu yang lain jadi marah, ketika mengetaui bahwa, preman tersebut adalah suruhan dari salah satu rekan mereka. Secara serempak, mereka meninggalkan si ibu tersebut dengan tanpa sepatah kata pun dan dengan wajah yang sangat kesal.
Tamat !!!
Begitu ceritanya sahabat pembaca setia. Makanya, jika ingin sesuatu, kita harus menempuh jalan yang benar, jangan main kekerasan. Semoga dari cerita ini, bukan hanya cerita lucu yang bisa kita petik, tapi ada hikmah lain yang bisa di ambil. Aamiin.
Ada Ada Aza !!!
NB:
Jika sahabat semua menyukai posting saya ini, sahabat bisa berbagi/share ke teman di FACEBOOK. Cukup dengan meng-KLIK link ini!
Saya tunggu juga komentarnya, ya... Tambahkan sesuatu agar lebih lucu, hehe...
Terimakasih.
Kunjungi juga sponsor kami:
Blog ini mendukung Kontes SEO:
NegeriAds.com Solusi Berpromosi
Minggu, 15 November 2009
Si Kabayan Balas Dendam ke Kereta Api
Link Sponsor: Produk Bagus dari Tokopedia
Salah satu cerita yang masih saya ingat adalah ketika Si Kabayan Balas dendam kepada Kereta Api. Mau tau ceritanya? Baca terus posting ini yaaa...
Pada suatu hari, Si Kabayan bermaksud menemui kekasihnya bernama Nyi Iteung. Gadis cantik nan jelita dambaan hati Kang Kabayan. Demi kekasihnya, Si Kabayan berani berkorban menempuh perjalanan jauh menuju rumah Nyi Iteung.
Untuk tiba ke rumah Nyi Iteung, dibutuhkan waktu yang sangat lama. Salah satu sarana trasnfortasi yang bisa digunakan adalah Kereta Api. Dan Si Kabayan pun akan menggunakannya sebagai sarana agar bisa sesegera mungkin bertemu dengan Nyi Iteung.
Untuk sekedar informasi, saat cerita ini berlangsung, Si Kabayan itu sedang Jatuh Cinta So Much pisan ka Nyi Iteung teh. Orang yang sedang jatuh cinta tea, kata orang bijak mah, 2/3 dari akal sehatnya menjadi gila. Dunia serasa milik berdua, orang lain mah pada ngontrak. Serasa tidak bisa hidup tanpa si dia, padahal, yang sebenarnya, jika tidak diatur dengan baik dan sesuai hukum syari', semuanya semu dan dipenuhi kemunafikan. Yang tadinya bicara kasar, dipaksakan belajar berbicara halus ketika bertemu dia. Yang asalnya pelit, seolah-olah menjadi dermawan dadakan, yang semula JUTEX abis, jadi murah senyum, dan seterusnya... dan seterusnya... So, hati-hati ketika sedang jatuh cinta... Jangan main api, bahaya, menyesal itu tidak datang di awal.
Kembali ke Laptop...
Singkat cerita, pagi-pagi sekali Si Kabayan sudah nangkring di Stasiun Kereta Api dimana dia akan naik kereta api untuk bisa sampai ke rumah pujaan hati, hiasan mata, pelipur lara, Nyi Iteung tea.
Pada waktu cerita ini berlangsung, waktu menunjukkan Pukul 04.41 pagi. Kalau melihat jadwal pemberangkatan kereta api, yaitu pada pukul 05.00, masih ada waktu kurang lebih 19 menit lagi. Karena takut ingin kencing di Kereta api, maka Si Kabayan pergi ke toilet untuk BAK (Buang Air Kecil).
Ternyata, Si Kabayan ini memakai kaca mata agar terlihat lebih ganteng oleh Nyi Iteung. Nah, ketika masuk ke toilet, Si Kabayan memasang kaca matanya di kepala, dengan tujuan agar tidak jatuh ke toilet.
Setelah selesai BAK, Kabayan buru-buru keluar, karena takut ketinggalan kereta api. Sesampainya di stasiun, dia teringat kaca matanya tidak dipakai. Dia lari ke toilet, mencari kesana kemari, keluar masuk toilet, dengan tujuan mencari kaca matanya.
Si penjaga toilet bingung dan kesal juga, karena Si Kabayan mondar mandir ke toilet terus menerus, padahal banyak yang akan menggunakan layanan umum tersebut. Sambil dengan nada agak keras dia bertanya, "Kang, nyari apa atuh, bulak balik aza kaya setrika???"
Kabayan menjawab, "Ini Kang, barangkali lihat, tadi kaca mata saya ketinggalan di toilet, namun tidak ada, sudah saya cari ke mana-mana. Akang lihat, gak?"
Penjaga Toilet, "Atuh Kang, otaknya jangan disimpan di dengkul, coba simpan di pantat (maaf, red)... Itu yang di kepala apa?"
Kabayan, "Astaghfirullohal 'adzim... saya lupa, Kang... Terima kasih..."
Si Kabayan cepat-cepat pergi ke stasiun karena sudah terdengar suara klakson kereta api pertanda mau berangkat. Namun sayang, Kabayan tidak keburu naik kereta api karena keretanya sudah melaju dengan cepat, meninggalkan Kabayan tanpa maaf.
Kabayan kecewa, tidak jadi dech ketemu Nyi Iteung pujaan hatinya. Nyi Iteung, maafkan Akang. Akang tidak bisa datang hari ini. Akang janji, besok akan menemui Nyi Iteung...
Begitulah kira-kira suara jeritan isi hati Kabayan yang menjerit sedih karena ditinggalkan kereta api.
Bersambung ... Produk Bagus dari Tokopedia
Semoga Anda terhibur.
Jangan lupa, ditunggu coment dan share nya...
Salam YAKIN SUKSES !!!
Selasa, 15 September 2009
Dipaksa Mirip Afgan
Pada posting kali ini, saya akan meneritakan sebuah kisah imajinasi (bisa jadi pernah terjadi, tapi saya sendiri tidak tahu). Begini ceritanya:
Tahun 2008 hingga sekarang (2009), hampir seluruh warga Indonesia, khususnya para remaja wanita, pasti mengenal seorang pendatang baru di dunia entertaint/hiburan, yaitu Afgan. Anda tahu?
Seorang pria muda berfaras tampan ini, selain memiliki suara yang sangat merdu, juga didukung oleh tampang yang sangat rupawan. Wajar saja jika banyak gadis yang terpikat oleh penampilan Afgan.
Pada suatu hari, saya (penulis, red) ceritanya melewati sekumpulan gadis-gadis yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Saya lewat saja tanpa beban apapun. Tiba-tiba, saya dikejutkan oleh salah seorang gadis yang berteriak sambil menghampiri saya. Dia berkata:
"Ada Afgan, ada Afgan...."
Teman-teman gadis tersebut pun turut mendekati saya dengan sama-sama ikut berteriak:
"Afgan... Afgan..."
Saya terkaget dan bingung. Saya bilang kepada mereka:
"Saya bukan Afgan... Maaf..."
Mereka malah memaksa:
"Kamu Afgan, kan? Ngaku aza, kami Fans nya Afgan..."
Saya:
"Bukan, saya orang sini, tinggal di Bandung juga..."
Gadis-gadis:
"Tidak mau, pokoknya kamu Afgan. Kalo tidak ngaku, saya nangis keras-keras..." Sambil dia bersiap-siap mau berteriak menangis.
Karena kasihan, barangkali mereka tergila-gila terhadap Afgan, akhirnya saya pura-pura ngaku sebagai Afgan. Barangkali wajah saya memang agak mirip sama Afgan. Saya berkata pada mereka:
"Oke... Oke... Jangan nangis dulu.Baiklah, saya ngaku, saya adalah Afgan..."
Mereka akhirnya tertawa terbahak-bahak. Dan akhirnya berkata:
"Kok wajahnya beda jauh ya sama Afgan... Hiks... Hiks... Hiks...."
Gila, saya dikerjain.... Dasar gadis-gadis gak tau diri. Awas lho, saya doakan jadi wanita sholihah semuanya... Aamiin...
(haha... Mudah2n terhibur)
Tahun 2008 hingga sekarang (2009), hampir seluruh warga Indonesia, khususnya para remaja wanita, pasti mengenal seorang pendatang baru di dunia entertaint/hiburan, yaitu Afgan. Anda tahu?
Seorang pria muda berfaras tampan ini, selain memiliki suara yang sangat merdu, juga didukung oleh tampang yang sangat rupawan. Wajar saja jika banyak gadis yang terpikat oleh penampilan Afgan.
Pada suatu hari, saya (penulis, red) ceritanya melewati sekumpulan gadis-gadis yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Saya lewat saja tanpa beban apapun. Tiba-tiba, saya dikejutkan oleh salah seorang gadis yang berteriak sambil menghampiri saya. Dia berkata:
"Ada Afgan, ada Afgan...."
Teman-teman gadis tersebut pun turut mendekati saya dengan sama-sama ikut berteriak:
"Afgan... Afgan..."
Saya terkaget dan bingung. Saya bilang kepada mereka:
"Saya bukan Afgan... Maaf..."
Mereka malah memaksa:
"Kamu Afgan, kan? Ngaku aza, kami Fans nya Afgan..."
Saya:
"Bukan, saya orang sini, tinggal di Bandung juga..."
Gadis-gadis:
"Tidak mau, pokoknya kamu Afgan. Kalo tidak ngaku, saya nangis keras-keras..." Sambil dia bersiap-siap mau berteriak menangis.
Karena kasihan, barangkali mereka tergila-gila terhadap Afgan, akhirnya saya pura-pura ngaku sebagai Afgan. Barangkali wajah saya memang agak mirip sama Afgan. Saya berkata pada mereka:
"Oke... Oke... Jangan nangis dulu.Baiklah, saya ngaku, saya adalah Afgan..."
Mereka akhirnya tertawa terbahak-bahak. Dan akhirnya berkata:
"Kok wajahnya beda jauh ya sama Afgan... Hiks... Hiks... Hiks...."
Gila, saya dikerjain.... Dasar gadis-gadis gak tau diri. Awas lho, saya doakan jadi wanita sholihah semuanya... Aamiin...
(haha... Mudah2n terhibur)
Kamis, 10 September 2009
Kakek Tua Warga Baru
Saudara-saudara, ini cerita tentang warga baru di sebuah dusun.
Pada suatu hari, ada 2 orang anak kecil yang sedang berdiskusi mengenai ilmu pengetahuan alam. Karena masih kecil, pengetahuan mereka masuh terbatas. Apa yang sedang mereka diskusikan? Ternyata mereka sedang berdebat mengenai, apakah yang terbit pada pagi hari?
Si A bersikeras bahwa yang terbit di pagi hari adalah Bulan, sedangkan Si B membantah, karena, berdasarkan penelitian dia, yang terbit di pagi hari adalah Matahari. Perdebatan pun berlangung alot dan belum menemui titik temu.
Mereka kelelahan karena belum ada kesepahaman juga. Ketika mereka sedang istirahat sejenak dari diskusi akbarnya, ada seorang kakek-kakek yang melintas di hadapan mereka. Tanpa pikir panjang, mereka sepakat untuk menjadikan Kakek tersebut sebagai Moderator diskusi mereka.
Kata Si A:
"Kakek, bolehkah kami bertanya?"
Jawab Si Kakek:
"Boleh, cucu-cucuku? Ada apa?"
Si B menempas:
"Maaf sebelumnya, Kek, kami bukan Cucu Kakek, kami hanya mau bertanya kepada kakek, tahukah kakek, apa yang terbit di pagi hari?"
Si A menambahkan:
"Iya Kek,kami dari tadi berdiskusi belum ada ujungnya."
Si Kakek langsung menjawab:
"Maaf sekali Cucu-cucu yang bukan cucu ku, Kakek ini warga baru di sini, jadi belum tahu banyak, apa yang terbit di pagi hari di sini."
Si A & Si B:
" ???@@@!!!"
(Penulis: Hahaha.... Lucu.... Kataku tapi...)
Pada suatu hari, ada 2 orang anak kecil yang sedang berdiskusi mengenai ilmu pengetahuan alam. Karena masih kecil, pengetahuan mereka masuh terbatas. Apa yang sedang mereka diskusikan? Ternyata mereka sedang berdebat mengenai, apakah yang terbit pada pagi hari?
Si A bersikeras bahwa yang terbit di pagi hari adalah Bulan, sedangkan Si B membantah, karena, berdasarkan penelitian dia, yang terbit di pagi hari adalah Matahari. Perdebatan pun berlangung alot dan belum menemui titik temu.
Mereka kelelahan karena belum ada kesepahaman juga. Ketika mereka sedang istirahat sejenak dari diskusi akbarnya, ada seorang kakek-kakek yang melintas di hadapan mereka. Tanpa pikir panjang, mereka sepakat untuk menjadikan Kakek tersebut sebagai Moderator diskusi mereka.
Kata Si A:
"Kakek, bolehkah kami bertanya?"
Jawab Si Kakek:
"Boleh, cucu-cucuku? Ada apa?"
Si B menempas:
"Maaf sebelumnya, Kek, kami bukan Cucu Kakek, kami hanya mau bertanya kepada kakek, tahukah kakek, apa yang terbit di pagi hari?"
Si A menambahkan:
"Iya Kek,kami dari tadi berdiskusi belum ada ujungnya."
Si Kakek langsung menjawab:
"Maaf sekali Cucu-cucu yang bukan cucu ku, Kakek ini warga baru di sini, jadi belum tahu banyak, apa yang terbit di pagi hari di sini."
Si A & Si B:
" ???@@@!!!"
(Penulis: Hahaha.... Lucu.... Kataku tapi...)
Langganan:
Postingan (Atom)